Praktek Kerja Lapangan atau yang biasa disingkat dengan PKL adalah salah satu kompetensi di mana siswa SMK akan mempraktekkan ilmunya di dunia kerja yang sudah didapat di sekolah. Dan ini juga merupakan salah satu syarat untuk kelulusan. Tapi faktanya yang aku alami bukan praktek kerja melainkan praktek menjadi "OB"nya karyawan. Kenapa aku sampai bicara seperti itu? Apa karena aku tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan atau keinginanku? Mungkin saja iya! Karena sejatinya PKL yang seharusnya dijadikan ajang para siswa untuk mengembangkan diri dan menyiapkan diri untuk siap kerja nantinya setelah lulus SMK malah dijadikan seperti budak. Mungkin karena kami yang notabenenya hanya seorang siswa SMK yang sedang belajar dan belum memiliki ilmu yang mumpuni seperti karaywan yang lainnya. Tapi bukankah kami prakerin untuk belajar sekaligus praktek tentang cara kerja di sana?! Bukannya disuruh-suruh untuk melakukan ini dan itu seakan-akan kami adalah Office Boy dengan status pelajar. Sampai suatu hari aku mendapat mandat dari sekolah untuk mendirikan stand foto untuk PSB dan aku izin satu hari untuk tidak PKL. perasaan aku sangat senang saat itu karena bisa bebas dari PKL dan akan berada di sekolah lagi. Dalam hati aku berkata supaya mereka tau rasanya tidak ada anak PKL yang membantu mereka saat bekerja. Jahatnya aku hehe
Minggu, 17 Juli 2011
Kamis, 14 Juli 2011
Bulan Sya'ban, Bulannya Rasulullah SAW
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ أَنْ يُوَجَّهَ إِلَى الْكَعْبَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ }
(صحيح البخاري)“Dan bahwasanya Rasulullah SAW shalat menghadap Baitul Maqdis, selama 16 atau 17 bulan (sebagian pendapat mengatakan yang dimaksud 16,5 bulan di Madinah), dan Rasulullah SAW menginginkan shalat menghadap Ka’bah, maka Allah turunkan: KAMI (Aku) TELAH MELIHAT PANDANGANMU (wahai Muhammad SAW) SELALU MENANTI KABAR DARI LANGIT (wahyu). (dst hingga akhir ayat). QS Albaqarah 144) (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha mengundang kita kepada keluhuran sepanjang waktu dan saat untuk terus semakin dekat kepada kasih sayang-Nya. Cahaya kerinduan Yang Maha Abadi menanti hamba-hamba yang merindukan-Nya. Cahaya kerinduan Yang Maha Luhur menanti jiwa yang berpijar dengan cinta kepada-Nya. Cahaya kerinduan Yang Maha Indah menanti air mata doa-doa hamba-Nya, semoga aku dan kalian diterangi dengan cahaya kerinduan Allah subhanahu wata’ala, sanubari kita, pemikiran kita, hari-hari kita, seluruh jasad kita, semua panca indera kita dan seluruh kehidupan dan kematian kita berada di dalam cahaya kerinduan Allah subhaanahu wata’ala. Cahaya kerinduan Allah berpijar pada hati semua hamba dengan munculnya Sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai simbol cahaya kerinduan Ilahi, sebagai simbol cahaya yang sangat dicintai oleh hamba, yang dengan mencintai beliau maka sempurnalah iman para hamba Allah, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :
لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“Belum sempurna iman salah seorang diantara kalian, hingga aku lebih dicintainya dari ayah ibunya, anaknya, dan seluruh manusia” Kamis, 28 April 2011
Color Idiom
Kalau biasanya kita mengungkapkan perasaan kita ketika kita marah, frustasi, sedih atau melakukan sesuatu seperti berbohong untuk kebaikan dalam bahasa inggris hanya dengan menggunakan kata angry, frustated, dan sad atau lying for a good purpose. Itu sih udah basi! dan seperti judul blog ini "Live in The Differences" kenapa gak kita coba gaya baru untuk mengungkapkan perasaan kita dengan gaya yang berbeda dengan menggunakan Color Idiom.
Nah kalau menurut om wikipedia, Idiom adalah suatu ungkapan (seperti istilah atau frase) yang maknanya tak dapat diturunkan dari definisi langsung dan penyusunan bagian-bagiannya, melainkan merupakan suatu makna tak langsung yang hanya dikenal melalui penggunaan umum. Dan kalau menurut kamus Oxford Idiom adalah gabungan kata yang memiliki sebuah arti yang berbeda artinya jika gabungan atau kata itu dipisahkan. Jadi, Color Idiom adalah gabungan kata yang menggunakan kata-kata dalam warna yang memiliki arti tertentu dan apabila kata-kata itu dipisahkan akan memiliki arti yang berbeda.
Di bawah ini adalah beberapa Color Idiom yang saya dapatkan dari tempat les saya belajar :
Continue reading Color Idiom
Nah kalau menurut om wikipedia, Idiom adalah suatu ungkapan (seperti istilah atau frase) yang maknanya tak dapat diturunkan dari definisi langsung dan penyusunan bagian-bagiannya, melainkan merupakan suatu makna tak langsung yang hanya dikenal melalui penggunaan umum. Dan kalau menurut kamus Oxford Idiom adalah gabungan kata yang memiliki sebuah arti yang berbeda artinya jika gabungan atau kata itu dipisahkan. Jadi, Color Idiom adalah gabungan kata yang menggunakan kata-kata dalam warna yang memiliki arti tertentu dan apabila kata-kata itu dipisahkan akan memiliki arti yang berbeda.
Di bawah ini adalah beberapa Color Idiom yang saya dapatkan dari tempat les saya belajar :
Minggu, 17 April 2011
Kedewasaan
Aku sempat bertanya-tanya tentang apa arti dari kedewasaan itu. karena si usia ku yang sudah menginjak usia 16 tahun ini, aku masih belum merasakan sifat dewasa dari diriku ini. bahkan aku merasa masih seperti bocah. saat aku SMP, aku selalu menganggap anak SMA itu sudah dewasa, entah karena aku melihat penampilan fisik mereka yang terlihat dewasa dan cara berpakaian mereka atau karena umur mereka itu. Tapi ketika aku sudah duduk di kelas 2 SMK ini aku masih belum begitu mereda kalu diriku sudah dewasa. dan jika aku melihat teman-teman sebaya ku yang lain dan aku bandingkan diri kami dengan siswa kelas 3 di sekolah ku, rasanya kami ini masih seperti anak-anak saja. kadang aku berpikir bahwa kedewasaan itu terlihat dari tinggi badannya. karena aku merasa tinggi badan ku masih kurang, aku suka merasa aku belum dewasa begitu pun ketika aku melihat teman-teman ku. aku suka memperhatikan kakak kelas yang ku anggap mereka sudah dewasa, jika aku melihat mereka, cara berjalan mereka sangat berwibawa seakan menunjukkan sikap ketegasan mereka dan kecerdasan mereka.
Sampai suatu saat aku bertanya dengan teman ku tentang arti kedewasaan. dia bilang bahwa kedewasaan itu tidak permanen karena terkadang orang dewasa bersikap dewasa namun terkadang mereka pun bersikap kekanak-kanakan. jawaban temanku itu mengingatkan aku dengan sesorang yang pernah mengatakan bahwa dirinya itu kalau di sekolah bersikap dewasa dan tegas tapi kalau di rumah dia bersifat manja layaknya anak-anak. karena aku belum puas dengan jawaban teman ku itu, saat pelajaran Budi Pekerti di sekolah ku aku sempatkan untuk bertanya tentang kedewasaan kepada guru ku itu. dan beliau menjawab bahwa kedewasaan adalah cara berpikir dan bertindak yang dewasa, di mana mereka bisa menyikapi sesuatu secara bijak.
Di saat aku masih juga bingung dengan arti kedewasaan itu, Allah pun memberikan aku jawaban saat aku sedang belajar bahasa inggris di tempat les tentang materi kedewasaan. dari materi itu aku mulai mengerti apa arti kedewasaan itu. dan berdasarkan buku les yang mengutip pendapat dari Ann Landers seorang kolumnis terkenal. Dia mengatakan bahwa kedewasaan itu tidak dilihat dari berapa usia mereka karena menurutnya kebanyakan dari kita itu masih belum dewasa.
Ann Landers pun memberikan definisinnya tentang kedewasaan, yaitu:
Sabtu, 09 April 2011
HIDUP TERNYATA SANGAT SEDERHANA
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”
”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak
Continue reading HIDUP TERNYATA SANGAT SEDERHANA
”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”
”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak